"Saya memohon maaf atas keterlambatan ini," ucap menteri dikutip Guardian, Minggu (26/6/2022).
Pekan lalu, Pemerintah sudah menutup lembaga negara yang tidak penting dan sekolah selama dua pekan untuk mengurangi perjalanan karena krisis energi.
Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe telah memperingatkan, negara Asia Selatan berpenduduk 22 juta orang itu akan terus menghadapi kesulitan selama beberapa bulan ke depan. Dia mendesak masyarakat menggunakan bahan bakar dengan hemat.
"Ekonomi kita telah menghadapi kehancuran total," ujar Wickremesinghe.
"Kita sekarang sedang menghadapi situasi jauh lebih serius daripada sekadar kekurangan bahan bakar, gas, listrik dan makanan," katanya lagi.
Sri Lanka telah mendeklarasikan tak bisa membayar utang luar negeri sebesar 51 miliar dolar AS atau sekitar Rp756,3 triliun pada April.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran