Pemerintah Jokowi juga perlu memikirkan jangka panjang. Terlebih, kaitan erat dengan Indonesia sangat penting diperhatikan.
"Jangka panjang diharapkan Perang Rusia-Ukraina tidak berlarut-larut dan mengganggu keseimbangan baru dunia," imbuhnya.
Sementara itu, direktur sekolah diplomasi itu mengungkap akar permasalahan dari perang Ukraina dan Rusia.
"Konstalasi terakhir perang Rusia dan Ukraina tidak bisa dilepaskan dari pergesekan China dan Amerika Serikat di masa Donald Trump, Tahun 2004 krisis keuangan Eropa, 2008 krisis keuangan global dan USA mendapat tantangan dari China sebagai raksasa ekonomi baru. Trump menolak kebijakan multilateralisme dan memilih back to domestic concern. Terakhir krisis pandemi Covid 19 dan berikutnya krisis pangan dunia saat ini," pungkas Shiskha.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz