Karena itu, Shmygal dengan tegas, tak akan segan meminta para oligarki Rusia, turun tangan menanggung biaya pemulihan tersebut.
"Sumber utama pemulihan seharusnya adalah aset yang disita dari Rusia dan oligarkinya," kata Shmygal dalam konferensi di Lugano, Swiss, Senin (4/7/2022).
Dia menyebut, nilai aset Rusia yang dibekukan, kira-kira setara 300-500 miliar dolar AS (Rp4,5-7,5 kuadriliun).
"Perang berdarah ini adalah ulah Rusia. Merekalah yang menyebabkan kehancuran besar-besaran ini. Karena itu, mereka harus bertanggung jawab," tegas Shmygal.
Selama ini, Rusia mengatakan, perang di Ukraina adalah bentuk operasi militer khusus, yang dimaksudkan untuk mendemiliterisasi tetangga selatannya, dan melindungi orang-orang berbahasa Rusia, yang disebut sebagai para nasionalis.
Namun, Ukraina dan sekutu Baratnya mengatakan, pernyataan tersebut adalah dalih tak berdasar, untuk agresi mencolok yang bertujuan merebut wilayah.
Pernyataan Shmygal soal biaya pemulihan Ukraina yang harus ditanggung oligarki Rusia, digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.
Dia setuju, Rusia harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh perang mengerikan. Saat ini, Kiev butuh bantuan untuk membangun kembali ekonominya yang hancur.
Artikel Terkait
Kode HTML Kosong? Ini Rahasia Menulis Artikel yang Tak Terbaca Mesin Pencari!
Stadion Langit NEOM: Fakta Mencengangkan di Balik Stadion Gantung 350 Meter untuk Piala Dunia 2034
46 Anak Gaza Tewas dalam 12 Jam: Ini Serangan Mematikan Israel Sejak Gencatan Senjata
45 Tewas dalam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Korban Didominasi Perempuan dan Anak-anak