"Kami akan melanjutkan kebijakan kami dengan tegas. Kami telah mengatakan kepada sekutu bahwa kami akan mengatakan 'tidak' atas keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO," kata Erdogan dalam unggahan video di Twitter, Rabu malam (18/5/2022).
Erdogan beralasan bahwa Swedia dan Finlandia telah melindungi dan membiayai "teroris", serta memasok senjata kepada mereka.
Pernyataan itu semakin menegaskan tudingan Turki bahwa kedua negara tersebut mendukung kelompok yang dianggap teroris, yaitu kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan YPG Kurdi Suriah, yang juga dipandang sebagai kelompok teroris yang terkait erat dengan PKK.
"NATO adalah aliansi keamanan dan kami tidak dapat menerima teroris berada di dalamnya," kata Erdogan.
Artikel Terkait
Krisis Iran Memanas: India Evakuasi 10 Ribu Warga, AS Bersiap Serang?
Arab Saudi Peringatkan AS: Serang Iran, Harga Minyak & Ekonomi Global Bisa Kiamat?
USS Abraham Lincoln Bergerak: Serangan AS ke Iran dalam Hitungan Jam?
Serangan AS ke Iran dalam 24 Jam? Laporan Rahasia Eropa dan Pemicu Trump yang Bikin Dunia Waspada