Meutya menyebut bantuan tersebut akan dikirimkan secara terus menerus. “Kita dorong bantuan kemanusiaan. Tahap pertama sudah berangkat dan ini akan berlanjut terus.
Apalagi ini untuk kepentingan rumah sakit,” jelas politikus Partai Golkar itu. Diberitakan sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Atef al-Kahlout, menyampaikan bahwa rumah sakit itu akan berhenti beroperasi pada Jumat (10/11/2023) bila tidak ada pasokan bahan bakar tambahan.
Dia mengatakan per Kamis (9/11/2023), solar untuk rumah sakit tersebut tersisa 1.100 liter dan hanya cukup untuk satu hari.
“RS Indonesia akan berhenti beroperasi total besok jika tidak ada solar untuk menghidupkan generator sebagai sumber listrik,” ucap Atef melalui akun lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia di platform X, Kamis (9/11/2023).
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz