Pembunuhan itu menunjukkan kelemahan Israel, menurut Presiden Iran Ebrahim Raisi.
“Tindakan ini merupakan tanda frustrasi dan kelemahan rezim Zionis di wilayah tersebut dan mereka pasti akan menanggung akibatnya,” kata Raisi.
“Rezim Zionis yang perampas kekuasaan dan biadab akan membayar kejahatan ini,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada TV pemerintah.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Finlandia Menyatakan Bahwa Negaranya Akan Memasuki Perang Dingin Melawan Rusia
Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan kepada TV pemerintah, "Iran berhak mengambil tindakan yang diperlukan untuk menanggapi tindakan ini pada waktu dan tempat yang tepat."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: beritasenator.com
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah