polhukam.id - Israel semakin menginsentifkan serangannya di wilayah tengah Jalur Gaza, sejak Minggu. Akibat langsungnya adalah pembantaian di kamp pengungsi Maghazi, yang menewaskan lebih dari 70 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya.
Kemudian, pemboman Israel meluas hingga mencapai kamp pengungsi Bureij dan Nuseirat, juga di Gaza tengah.
Kamp pengungsi terakhir ini telah menjadi sasaran serangan Israel dengan intensitas besar sejak dimulainya perang membuat ribuan orang tewas dan terluka.
Tentara Israel yang terus menerus memborbardir dalam beberapa terakhir mengakibatkan
terbunuhnya seluruh keluarga saat mereka berkumpul di rumah mereka, tempat penampungan PBB atau bahkan tidur di jalanan.
The Palestine Chronicle berkesempatan mewancarai Mohammed Zayed, seorang pengungsi muda dari Nuseirat, yang rumah keluarganya menjadi sasaran serangan Israel pada Kamis, 21 Desember.
Inilah kesaksiannya:
Artikel Terkait
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?
Iran Tolak Mentah-Mentah! Ini Alasan Pengayaan Uranium Tak Bisa Ditawar AS di Oman
Dokumen FBI Bocor: Ternyata Ini Peran Sebenarnya Jeffrey Epstein untuk Mossad