Pernyataan itu disampaikan Wang Yi, kemarin, usai menggelar pertemuan dengan 10 negara-negara Pasifik. Pertemuan itu gagal menemui kesepakatan terkait perdagangan dan keamanan yang lebih luas.
Menurut dokumen yang bocor ke kantor berita Reuters, China ingin membentuk kembali tatanan regional dan memperluas kerja sama di berbagai bidang termasuk kepolisian, keamanan siber, perdagangan, perikanan, dan pembangunan.
Wang Yi, jadi tuan rumah pertemuan dengan para Menlu dari negara-negara kepulauan Pasifik yang memiliki hubungan diplomatik dengan China. Yaitu Kepulauan Solomon, Kiribati, Samoa, Fiji, Tonga, Vanuatu, Papua Nugini, Kepulauan Cook, Niue, dan Negara Federasi Mikronesia.
Itu berarti semua negara Pasifik kecuali Tuvalu, Palau, Kepulauan Marshall dan Nauru, yang semuanya masih mempertahankan hubungan dengan Taiwan.
Ini baru kedua kalinya Menlu China bertemu dengan rekan-rekan Pasifiknya secara bersama-sama. Pertemuan pertama terjadi pada Oktober 2021. Pertemuan ini diadakan di Hotel Grand Pacific di Fiji. Hotel ini merupakan tempat menginap Menlu Wang Yi.
Mengingat adanya pembatasan Covid-19 di beberapa negara, ada Menlu menghadiri pertemuan secara virtual. Pertemuan itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat (AS) terhadap meluasnya pengaruh China di kawasan itu.
Dalam rancangan komunike dan rencana aksi lima tahun yang dikirim China ke negara-negara yang diundang di pertemuan itu, menunjukkan bahwa China sedang mencari kesepakatan perdagangan dan keamanan regional yang luas.
Wang Yi mengatakan, negara-negara itu telah menyetujui lima bidang kerja sama. Tapi diskusi lebih lanjut diperlukan untuk membentuk lebih banyak konsensus.
Lima bidang itu termasuk pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19, dan pusat-pusat baru untuk pertanian dan bencana. Namun, tidak termasuk keamanan.
Artikel Terkait
Lebih dari 300 Tentara AS Terluka: Mengapa Cedera Otak Jadi Ancaman Tersembunyi Perang Modern?
Mantan Direktur PBB Mundur Drastis: Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir, Ini Buktinya!
Mengungkap Pembungkaman di PBB: Alasan Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Mohamad Safa
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?