Namun, reputasinya tak luput dari kontroversi.
Israel menuduh Al Arouri sebagai otak di balik penculikan tiga pemukim Hebron, dan pada tahun 2015, Departemen Keuangan AS menetapkannya sebagai teroris global.
Baca Juga: Akhirnya Gencatan Senjata Terjadi Antara Israel Hamas, Apa saja Isinya?
Hal ini membawa pada pemberian hadiah hingga Rp77,6 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi tentang keberadaannya.
Konflik Israel dan Peran Al Arouri
Al Arouri juga terlibat dalam konflik panjang antara Israel dan Palestina.
Israel memandangnya sebagai tokoh kunci di balik Brigade al-Qassam di Tepi Barat dan menargetkan rumah tinggalnya di desa Aroura.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan operasi mereka pada Oktober tahun lalu, menghancurkan rumah milik Al Arouri sebagai bagian dari tindakan mereka.
Pernyataan Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR) mencatat bahwa Al Arouri terpilih sebagai wakil kepala Hamas pada tahun 2017. Ini menegaskan perannya yang semakin mencuat dalam lingkup politik Hamas, meskipun di bayang-bayang sengketa dengan Israel.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang