HARIAN MASSA - Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah melakukan serangkaian serangan udara gabungan terbaru terhadap sejumlah sasaran terkait kelompok pemberontak Yaman, Houthi.
Pentagon mengatakan serangan itu menghantam delapan sasaran, termasuk tempat penyimpanan bawah tanah dan kemampuan pengawasan serta rudal Houthi.
Kelompok Houthi yang didukung Iran telah menargetkan kapal-kapal yang mereka katakan terkait dengan Israel dan negara-negara Barat yang melakukan perjalanan melalui jalur perdagangan penting di Laut Merah.
Baca Juga: Timur Tengah Membara, AS-Inggris Serang Milisi Houthi di Yaman
AS dan Inggris mengatakan mereka berusaha melindungi “arus perdagangan bebas”.
Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Pentagon menegaskan adanya serangan tambahan yang proporsional dan perlu terhadap Houthi.
“Tujuan kami tetap untuk meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas di Laut Merah, namun mari kita tegaskan kembali peringatan kami kepada kepemimpinan Houthi: kami tidak akan ragu untuk membela kehidupan dan arus bebas perdagangan di salah satu jalur perairan paling kritis di dunia dalam menghadapi ancaman yang terus berlanjut,” pernyataan itu menambahkan seperti dilansir dari BBC, Selasa (23/1/2024).
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz