Ini adalah serangan kedelapan yang dilakukan AS terhadap sasaran Houthi di Yaman. Ini merupakan operasi gabungan kedua dengan Inggris, setelah serangan gabungan dilakukan pada 11 Januari.
Pernyataan bersama itu menyebutkan serangan tersebut dilakukan dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda.
Jet tempur AS dari kapal induk USS Eisenhower terlibat dalam serangan tersebut.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa empat jet tempur Typhoon RAF, didukung oleh sepasang tanker Voyager, bergabung dengan pasukan AS.
“Pesawat kami menggunakan bom berpemandu presisi Paveway IV untuk menyerang beberapa sasaran di dua lokasi militer di sekitar lapangan terbang Sanaa. Lokasi-lokasi ini digunakan untuk memungkinkan serangan berkelanjutan yang tidak dapat ditoleransi terhadap pelayaran internasional di Laut Merah,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.
“Sejalan dengan praktik standar Inggris, analisis yang sangat ketat diterapkan dalam merencanakan serangan untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban sipil, dan seperti serangan sebelumnya, pesawat kami melakukan pengeboman pada malam hari untuk mengurangi risiko tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Houthi Tak Gentar Dibombardir AS, Siap Merespons Balik dengan Kuat
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz