polhukam.id. Serangan Houthi terhadap sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Yaman merupakan peningkatan signifikan yang menunjukkan bahwa strategi Inggris-Amerika untuk menghalangi dan mengurangi ancaman Houthi telah gagal.
Siapa yang memiliki kapal adalah bisnis yang suram. Perdebatan tentang hubungan Inggris dengan Marlin Luanda agak membingungkan.
Baca Juga: Ternyata Anjing Anda Bisa Merajuk Lo. Ayo Cari Tahu Penyebabnya
Intinya adalah Houthi mengatakan mereka menyerangnya karena mereka yakin itu milik Inggris.
Hal ini penting karena minggu ini Perdana Menteri Rishi Sunak mengatakan dia telah mengizinkan serangan udara lainnya untuk mengirim pesan kepada Houthi: Berhenti menyerang kapal internasional di Laut Merah.
Itu akan selalu menjadi pertaruhan. Unjuk kekuatan tersebut akan membuat Houthi berpikir dua kali mengenai kerugian yang akan mereka alami akibat serangan British American yang menghancurkan rudal, radar, dan aset lainnya.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran