POLHUKAM.ID - Magen David Adom (MDA) mengumumkan bahwa, 13 warga Israel mengalami luka-luka saat berlarian menuju tempat perlindungan kala sirene meraung yang dipicu luncuran misil balistik dari Yaman. Media Israel dikuti Albawaba, Kamis (20/3/2025) melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga ikut dievakuasi dari Knesset ke tempat aman.
Netanyahu tengah berada di tengah pertemuan kabinet Knesset untuk pemungutan suara terkait anggaran 2025 kala sirene meraung di wilayah Jerusalem. Pada Kamis pagi, Pusat Komando Israel mengumumkan bahwa, sirene berbunyi di Tel Aviv, Jerusalem, dan Israel tengah setelah sebuah misil diluncurkan dari Yaman.
Namun, Angkatan Darat Israel mengumumkan bahwa, mereka berhasil mengintersep misil itu sebelum masuk ke wilayah udara Israel.
Untuk kali pertama sejak gencatan senjata di Gaza pada Januari, kelompok militan Houthi kembali mengirim rudal balistik ke wilayah Israel sejak Selasa (18/3/2025). Juru bicara Houthi Yahya Saree mengklaim pihaknya menyasar pangkalan udara Nevatim di gurun Negev dengan rudal balistik Palestine-2.
Tidak hanya pangkalan udara, Bandara Ben Guiron juga menjadi sasaran rudal balis tik Houthi. Saree mengingatkan bahwa, Houthi akan terus menambah jangkauan target rudal balistik ke Israel dalam beberapa hari ke depan kecuali rezim Zionis menghentikan serangan udaranya di Jalur Gaza.
"Yaman, kepemimpinan, rakyat, dan angkatan darat tidak akan tinggal diam sementara menyaksikan pembantaian terhadap rakyat kami di Gaza," kata Saree dalam sebuah pidato di televisi, Rabu lalu.
Sumber: republika
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang