Permintaan ini dilakukan dalam upaya membantu menanggung lonjakan biaya produksi dalam budi daya buah tersebut.
Menurut sebuah laporan oleh Kedutaan Besar Filipina di Tokyo, harga bahan bakar dan pasokan pertanian mendorong banyak petani ke jurang kebangkrutan. Kondisi ini yang membuat pemerintah meminta konsumen Jepang untuk berbagi beban untuk pisang yang berkelanjutan.
"Tidak realistis dan tidak adil bagi petani pisang Filipina untuk mempertahankan status quo," kata Duta Besar Filipina untuk Jepang Jose C Laurel V.
Produsen telah bernegosiasi dengan pengecer Jepang dan perusahaan perdagangan mengenai harga yang akan lebih mahal. Namun, mereka diberitahu untuk menyampaikan kekhawatiran itu langsung kepada publik Jepang.
Harga pisang Filipina telah stabil selama tujuh tahun, tetapi lonjakan biaya produksi di tengah krisis Ukraina telah membuat margin saat ini tidak dapat dipertahankan.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel