"Kami terkesan bahwa salah satu hal penting yang perlu kami lakukan adalah menjelaskan kepada konsumen mengapa perlu ada kenaikan harga," kata komandan kedua di kedutaan Filipina Robispierre L Bolivar.
Harga melonjak untuk konsumen di Jepang setelah beberapa dekade deflasi, dipercepat oleh penurunan yen ke level terendah 20 tahun, melonjaknya biaya energi, dan kemacetan logistik yang disebabkan oleh krisis di Ukraina.
Harga makanan menjadi fokus khusus, dengan segala sesuatu mulai dari pembuat makanan ringan hingga pabrik bir yang melakukan kenaikan harga pertama kali selama bertahun-tahun. Peneliti Teikoku Databank melaporkan pekan lalu, bahwa harga lebih dari 10 ribu item makanan di Jepang akan naik pada 2022.
Data perdagangan PBB menunjukkan, Jepang tujuan ekspor utama pisang Filipina pada 2020, melebihi pengiriman ke China. Menurut data dari Kementerian Pertanian Jepang, rumah tangga Jepang rata-rata menghabiskan 4.387 yen untuk pisang setahun, lebih banyak daripada buah lainnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel