POLHUKAM.ID - Distribusi bantuan makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa sekolah dasar kembali menjadi sorotan.
Di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, paket makan bergizi yang dibagikan kepada siswa dan orang tua justru didominasi camilan ringan dalam kemasan, alih-alih makanan segar bernutrisi tinggi.
Paket MBG itu dibagikan sekolah ke setiap orang tua murid usai pembagian rapor. Setiap orang tua murid diketahui menerima satu goodie bag yang bisa dibawa pulang, berisi dua roti cokelat, satu kotak susu cokelat ukuran 115 ml.
Selain itu mereka juga menerima satu sachet minuman sereal rasa vanila, empat bungkus snack kentang, empat sachet biskuit stik mini, tiga bungkus biskuit kelapa, tiga bungkus kacang atom, dan satu bungkus kacang kulit.
Komposisi makanan yang lebih didominasi oleh produk kemasan ini sontak mengundang pertanyaan atas efektivitas program ini dalam mendukung kecukupan gizi anak-anak usia sekolah.
“Dari kasus keracunan massal karena makanan basi sampai sekarang anak dikasih jajanan ringan kemasan. Udah bener MBG distop aja. Tidak ada perbaikan tata kelola, tidak ada akuntabilitas, transparansi. Makin hari makin jauh dari bergizi,” kata salah satu warganet di platform X.
Sebelumnya, sempat ramai juga terkait bahan mentah berupa beras yang dibagikan oleh SPPG Kota Tangerang Selatan-Cempaka Putih, dengan dalih dapat disimpan lebih lama.
“Beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama," kata Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A Basiro.
Basiro menerangkan, pihaknya menyalurkan MBG dalam bentuk bahan mentah ke 18 sekolah dengan total penerima 4.075 siswa.
Di tengah polemik menu makanan tersebut, Kementerian Keuangan dalam Laporan APBN edisi Mei 2025 mengungkapkan bahwa program MBG telah menyerap anggaran hingga Rp4,4 triliun per 12 Juni 2025. Jumlah ini melonjak drastis dari realisasi awal Januari yang baru mencapai Rp45,1 miliar.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara bahkan mengatakan dana tersebut meningkat Rp1,1 triliun dalam waktu 12 hari, dari penyerapan akhir Mei 2025 sebesar Rp3,3 triliun.
“Per tanggal 12 Juni 2025 telah dibelanjakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk MBG adalah Rp4,4 triliun. Kalau kita lihat akhir bulan Mei 2025 Rp3,3 triliun, sampai setengah bulan nambah Rp1,1 triliun," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa 17 Juni 2025.
Lebih lanjut, Wamenkeu itu melaporkan bahwa dana MBG telah digunakan untuk menjangkau 4,89 juta penerima manfaat di Indonesia.
"Ini dilaksanakan oleh 1.716 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum dan manfaatnya diberikan oleh 4,89 juta penerima manfaat," jelasnya.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M