Beberapa kaca jendela dipecahkan, menjadi penanda dimulainya aksi perusakan.
Setelah itu, penjarahan dimulai. Massa dengan leluasa masuk dan mulai mengangkut barang-barang dari lantai dasar. Suasana di dalam rumah digambarkan sangat kacau.
Eskalasi ke Lantai Dua
Merasa tidak ada perlawanan dan tanpa kehadiran aparat, massa semakin beringas. Mereka bergerak naik ke lantai dua, melanjutkan aksi penjarahan di area yang lebih pribadi.
Semua barang berharga yang bisa dijangkau dilaporkan diangkut, menunjukkan bahwa aksi ini bukan lagi sekadar perusakan, melainkan penjarahan murni.
Beruntung, Uya Kuya dan keluarganya dikabarkan sudah tidak berada di rumah saat insiden mengerikan ini terjadi.
Setelah aksi fisik berakhir, pertempuran opini dimulai di media sosial. Video penjarahan ini viral dengan cepat. Namun, respons publik terbelah.
Di antara kecaman, muncul suara-suara sinis dari netizen yang seolah membenarkan tindakan anarkis tersebut, menjadi cerminan frustrasi yang mendalam.
"Dari Rakyat Untuk Rakyat," tulis seorang netizen.
"Betapa bangga nya orang tua uya kuya melihat masyarakat berkunjung kerumah anak nya," timpal yang lain.
👇👇
[DOC]
Headline news ..!! Rumah uya kuya di jarah demonstran
Ini pembelajaran bahwa anda adalah pejabat publik “ jaga sikap, jaga omongan dan jaga etika “
Meamang ini pidana tapi akibat dr ulah pejabat selengekan #BubarkanDPR
Sahroni dan eko patrio #indonesiagelap pic.twitter.com/NyLXpmnPBU
Rumah Uya Kuya skrg disatronin massa. Duuuh pliiisss kucingnya jangan dibawa ðŸ˜ðŸ˜ biar aja sm majikannya klo kucing mah. Ga tega gw klo soal urusan kucing, meski dijual ttp gausah. Ttp sm majikannya ajaaaa 😢 pic.twitter.com/INXOM9lQmR
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?