Penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji yang sedang diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disorot mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Ia menegaskan bahwa praktik penyalahgunaan kuota tidak bisa dipandang sepele, karena menyangkut ratusan biro perjalanan sekaligus.
“Kuota itu kan dibagi ke ratusan travel. Ada 400 travel misalnya. Itu semua kalau memang tahu bahwa itu tidak benar, itu semua terlibat loh, ikut serta korupsi. Meskipun dia ditawari, kalau dia tahu bahwa itu melanggar aturan,” ujar Mahfud lewat kanal Youtube miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 23 September 2025.
Ia menyinggung pula nama penceramah Khalid Basalamah yang disebut-sebut dalam kasus tersebut. Menurut Mahfud, Khalid lebih tepat disebut sebagai korban, meski secara hukum tetap berpotensi terseret jika ditemukan keterlibatan.
“Saya percaya Khalid Basalamah itu korban. Tapi korban pun bisa dianggap terlibat kalau nanti ada ukuran-ukuran hukum,” tegasnya.
Mahfud mengingatkan, jangan sampai penegakan hukum hanya menyasar sebagian kecil pihak sementara pelaku lain dibiarkan lolos.
“Cuma kalau Khalid Basalamah satu travel yang hanya 120 jamaah diseret, yang lain-lain juga sama. Karena korupsi itu nggak kenal jumlah. Pokoknya ngambil secara tidak sah, merugikan keuangan negara, memperkaya diri atau orang lain, itu sudah korupsi,” pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Pendakwah Khalid Basalamah usai diperiksa KPK (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)
Artikel Terkait
Masa Lalu Kelam Denada Tambunan Terungkap: Gonta-Ganti Pacar, Gaya Hidup Malam, dan Misteri Anak Ketiga
Video Gilcans Ambon Viral 54 Detik: Fakta Mencengangkan di Balik Sprei Hijau yang Hebohkan Medsos
Denada Disebut Punya 3 Anak? Ini Fakta Mengejutkan yang Baru Terungkap!
Target 82,3 Juta Orang! Seberapa Dekat Prabowo Wujudkan Makanan Gratis untuk Rakyat?