Menurutnya, konteks pembicaraan saat itu adalah untuk memotivasi jamaah agar lebih giat bersedekah. Frasa "jasa doa" disebutnya sebagai gaya bahasa hiperbolis yang tidak boleh ditafsirkan secara harfiah.
Respons Netizen: Klarifikasi Dinilai Gagal Total
Namun, klarifikasi ini justru menuai skeptisisme dari publik. Banyak netizen yang menilai pola klarifikasi "video lama" dan "cuma bercanda" sebagai tameng yang selalu digunakan setiap kali pernyataannya menimbulkan kontroversi.
Beberapa komponen netizen menyoroti bahwa seorang pendakwah seharusnya lebih berhati-hati dalam berucap, terutama mengenai persoalan sensitif seperti transaksi finansial dalam ibadah. Komentar-komentar pedas bermunculan, menyoroti rekam jejak kontroversial Yusuf Mansur sebelumnya, termasuk terkait bisnis Paytren.
Klarifikasi ini dianggap publik justru semakin menguatkan citra negatif dan menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitasnya sebagai seorang figur publik.
Artikel Terkait
S&P Ungkap Risiko Terbesar Indonesia: Peringkat Utang Bisa Anjlok Akibat Konflik Timur Tengah
Fakta Mengejutkan! Benarkah Diplomasi Prabowo Selamatkan Kapal BBM RI di Selat Hormuz? Ini Kata DJ Donny
Napi Korupsi Rp233 Miliar Kedapatan Nongkrong di Coffee Shop, Ini Sanksi Mengejutkan yang Diterimanya
Skandal MBG: Hanya 6,5% untuk Anak, 44% Dikorup Elit & Pengelola?