Protes Domestik: Rakyat Pertanyakan Prioritas Negara
Kebijakan ini memicu gelombang kritik dan aksi protes di dalam negeri. Publik dan oposisi mempertanyakan alokasi sumber daya yang dianggap tidak seimbang. Meski anggaran pertahanan melebihi 1,5% PDB (lebih tinggi dari rata-rata ASEAN), ancaman keamanan domestik seperti terorisme belum tuntas. Kebutuhan mendesak rakyat adalah pemulihan pascabencana, air bersih, listrik stabil, dan layanan kesehatan yang andal, bukan eskalasi di Laut China Selatan.
Pilihan Strategis Pemerintahan Marcos: Militarisasi vs Kesejahteraan Rakyat
Pemerintahan Marcos dihadapkan pada pilihan strategis yang menentukan. Opsi pertama adalah terus mengalihkan sumber daya publik ke sektor keamanan militer, memanfaatkan isu Laut China Selatan untuk mendapatkan dukungan politik dan militer dari sekutu Barat. Opsi kedua adalah mengutamakan anggaran untuk peningkatan mitigasi bencana, infrastruktur yang bebas korupsi, dan program kesejahteraan sosial yang langsung menyentuh hidup rakyat banyak.
Kontras antara sikap "keras" menghadapi isu luar negeri dengan "kelemahan" menangani korupsi dan inefisiensi birokrasi dalam negeri semakin jelas. Jawaban atas pilihan mana yang paling berdampak bagi pembangunan jangka panjang dan kesejahteraan rakyat Filipina, tampaknya telah terlihat dari realitas di lapangan.
Artikel Terkait
Atalia Praratya Buka Suara: Ini Alasan Isu Lisa Mariana & Aura Kasih Tak Masuk Gugatan Cerai Ridwan Kamil
Partai Demokrat Buka Suara: Roy Suryo Bukan Kader, SBY Dituding Dalang Ijazah Jokowi?
Insanul Fahmi Buka Bukti Nikah Siri dengan Inara Rusli di Podcast Richard Lee, Ini Isinya!
Fakta Mengerikan di Balik Pembunuhan Alvaro Kiano: Motif Dendam yang Bikin Merinding!