Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, memberikan konfirmasi berbeda. Ia menyatakan bahwa pesawat Hercules yang ditumpangi Wapres memang kembali dari Wamena karena menerima laporan adanya penembakan di Bandara Yahukimo.
Pertanyaan tentang Keamanan dan Agenda Kunjungan
Theo Hesegem mempertanyakan alasan pembatalan kunjungan Wapres ke Yahukimo. "Kalau daerah itu dinilai aman, mengapa Wapres tidak berkunjung? Ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi intelijen," jelasnya.
Menurutnya, insiden ini membuktikan bahwa konflik bersenjata di Papua masih berlangsung. Ia menilai kunjungan kenegaraan seringkali bersifat seremonial dan tidak menyentuh akar masalah, seperti penyelesaian konflik dan pelanggaran HAM.
"Pembangunan infrastruktur akan sulit berjalan jika keamanan tidak terjamin. Sudah banyak pengalaman pekerja dan pengusaha menjadi korban, tetapi tidak pernah dievaluasi secara mendalam oleh pemerintah," tambah Hesegem.
Implikasi Insiden terhadap Keamanan Papua
Kejadian ini menyoroti kembali kompleksitas situasi keamanan di Papua. Klaim dari TPNPB dan tanggapan dari aktivis HAM menunjukkan bahwa stabilitas di wilayah tersebut masih rapuh. Pembatalan kunjungan Wakil Presiden menjadi indikator nyata bahwa tantangan keamanan masih menjadi hambatan serius bagi pemerintahan maupun pembangunan di Papua.
Artikel Terkait
Proyek Ruang Perjamuan Trump Dibatalkan? Fakta Kesenjangan Hukum yang Bikin Geram!
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?