Anggaran 2025 Dipakai 2024: Ini Daftar Mengerikan Kerugian Negara dari Proyek Lumbung Pangan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 12:25 WIB
Anggaran 2025 Dipakai 2024: Ini Daftar Mengerikan Kerugian Negara dari Proyek Lumbung Pangan

Proyek ini dinilai mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pembukaan lahan skala besar kerap dilakukan di wilayah yang tidak cocok untuk pertanian intensif, berakibat pada kegagalan produksi, kerusakan ekosistem, degradasi tanah, dan memicu konflik dengan masyarakat lokal. Kerugian ekologis ini berdampak jangka panjang dan sulit diukur secara finansial.

3. Menurunnya Kepercayaan Publik

Pelaksanaan proyek strategis nasional dengan pola anggaran yang tidak transparan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Publik mempertanyakan apakah program ini benar-benar dirancang untuk kepentingan ketahanan pangan atau sekadar proyek ambisius yang minim evaluasi mendalam.

4. Hambatan dan Risiko dalam Pengawasan dan Audit

Penggunaan anggaran lintas tahun berpotensi menyulitkan pengawasan oleh lembaga audit seperti BPK. Badan pemeriksa akan menghadapi tantangan dalam menelusuri aliran dana, menilai kesesuaian perencanaan, serta memastikan tidak terjadi penyimpangan. Situasi ini membuka celah risiko hukum dan administratif di masa depan.

Solusi Alternatif untuk Ketahanan Pangan

Pengamat ekonomi menilai, alih-alih memaksakan proyek besar dengan pola anggaran yang dipercepat, pemerintah seharusnya fokus pada penguatan sektor pertanian rakyat. Dukungan langsung kepada petani, perbaikan infrastruktur irigasi, akses pupuk yang lancar, serta stabilisasi harga dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kontroversi proyek Lumbung Pangan ini menjadi pengingat penting bahwa program strategis harus dibangun dengan perencanaan matang, transparansi anggaran, dan evaluasi berkelanjutan. Tanpa prinsip tersebut, proyek besar justru berisiko meninggalkan daftar panjang kerugian, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun sosial.

Halaman:

Komentar