KPK Minta Alat Canggih untuk Operasi Tangkap Tangan, Targetkan 30 OTT per Tahun
Permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk anggaran membeli peralatan canggih guna mendukung Operasi Tangkap Tangan (OTT) mendapatkan dukungan dari mantan penyidiknya. Alasan di balik permintaan ini dinilai sangat relevan dengan perkembangan modus kejahatan korupsi.
Mantan penyidik KPK, Praswad Nugraha, menegaskan bahwa modus operandi para koruptor terus berkembang pesat. Tanpa pembaruan alat yang memadai, efektivitas pelaksanaan OTT akan terhambat.
"Berkembangnya modus operandi dan dukungan alat komunikasi yang dimiliki koruptor tanpa diimbangi pembaharuan alat maka akan menghambat pelaksanaan OTT," ujar Praswad dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Dia menambahkan bahwa pemenuhan permintaan ini merupakan bentuk komitmen politik nyata pemerintah dalam memerangi korupsi. Dukungan alat canggih disebutnya sebagai representasi dari komitmen tersebut.
Artikel Terkait
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?
Rupiah Anjlok ke Rp17.400! Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, IHSG Ikut Merah
Bukan Bos TV! Ternyata Ini Sosok di Balik Masuknya McDonalds ke Indonesia yang Kembali Viral