Kapolri Listyo Sigit vs Jokowi: Dua Sisi Pejuang dengan Agenda Politik Berbeda
Oleh: Erizal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata memiliki satu kesamaan yang mencolok: sama-sama merupakan pejuang gigih. Namun, perjuangan mereka ditujukan bagi kepentingan dan pendukung yang berbeda. Fakta ini semakin jelas terlihat dari perkembangan politik terkini.
Perintah Tegas Kapolri di Hadapan DPR
Di hadapan anggota Komisi III DPR, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk berjuang sampai titik darah penghabisan menolak segala upaya yang ingin menempatkan institusi Polri di bawah kementerian. Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi Polri saat ini dianggap sebagai harga mati yang harus dipertahankan.
Respons dari anggota dewan pun beragam. Salah satu anggota bahkan meneriakkan "Menyala Kapolri," sementara Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan bahwa sikap Kapolri tersebut adalah bentuk loyalitas kepada presiden, bukan pembangkangan. Pernyataan ini menarik, mengingat Presiden terpilih Prabowo Subianto sebelumnya membuka opsi penempatan Polri di bawah kementerian dalam pertemuan dengan kelompok kritis.
Komitmen Jokowi untuk Kemenangan PSI
Di sisi lain, Jokowi menunjukkan semangat juang yang berbeda. Dalam Rakernas I PSI di Makassar, Jokowi berpidato dengan lantang tentang komitmennya untuk bekerja mati-matian dan habis-habisan demi kemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pidato ini disambut gegap gempita dan sorakan "Jokowi" oleh peserta rapat.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!