Listyo Sigit vs Jokowi: Siapa Pejuang Sejati dalam Drama Politik 2024?

- Senin, 02 Februari 2026 | 14:50 WIB
Listyo Sigit vs Jokowi: Siapa Pejuang Sejati dalam Drama Politik 2024?

Komitmen Jokowi ini dinilai wajar, mengingat Ketua Umum PSI adalah Kaesang Pangarep, anak bungsunya, dan partai tersebut disebut-sebut akan mengusung Gibran Rakabuming Raka, anak sulungnya, di kontestasi politik mendatang. Logikanya, Jokowi yang diuntungkan secara politik tentu akan bekerja keras untuk kesuksesan partai yang dipimpin anaknya.

Mana yang Lebih Wajar? Analisis Perbandingan

Dari dua peristiwa ini, timbul pertanyaan tentang kewajaran masing-masing sikap. Di satu sisi, komitmen Jokowi untuk PSI terlihat sebagai sebuah logika politik keluarga yang dapat dipahami, meski menuai beragam tanggapan.

Di sisi lain, pernyataan Kapolri Listyo Sigit untuk berjuang mati-matian mempertahankan posisi institusinya justru dianggap kurang wajar oleh sebagian pengamat. Pernyataannya yang lebih memilih menjadi petani daripada menjadi menteri yang membawahi Polri bahkan dinilai agak menggelitik. Sikap ini dipandang sebagai bentuk protes seorang anak buah yang ingin tetap menjadi penentu dalam struktur kekuasaan.

Langkah Ketua Komisi III DPR Habiburokhman yang langsung membela dan menyaksikan loyalitas Kapolri juga dipertanyakan. Sebagai petinggi Partai Gerindra, yang notabene partai pendukung pemerintahan baru, sikapnya dianggap terlalu maju dan berpotensi berbenturan dengan opsi kebijakan yang dibuka oleh Presiden terpilih dari partainya sendiri.

Kesimpulan: Pejuang dengan Arena yang Berbeda

Pada akhirnya, baik Kapolri Listyo Sigit Prabowo maupun Jokowi sama-sama menunjukkan diri sebagai pejuang. Jokowi berjuang untuk kelanjutan dynasty politik keluarganya melalui PSI, sementara Kapolri berjuang untuk mempertahankan otonomi dan posisi institusi Polri. Keduanya mencerminkan dinamika dan tarik-ulur kepentingan yang kompleks dalam peta politik Indonesia, dimana loyalitas, ambisi pribadi, dan kepentingan institusi saling beririsan.

Direktur ABC Riset & Consulting

Halaman:

Komentar