Militer AS dan Narasi Perang Suci: Ketika Eskatologi Menyusup ke Briefing Tempur
Pengungkapan oleh Military Religious Freedom Foundation (MRFF) mengangkat isu krusial tentang infiltrasi keyakinan agama ekstrem dalam tubuh militer Amerika Serikat. Lebih dari 200 pengaduan dari personel aktif mengindikasikan bahwa operasi militer, seperti serangan terhadap Iran, dibingkai sejumlah komandan sebagai bagian dari "rencana suci Tuhan" dan nubuatan hari kiamat.
Briefing Tempur yang Dibalut Ramalan Kiamat
Menurut dokumen pengaduan, komandan dari berbagai cabang militer—termasuk Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Luar Angkasa—dilaporkan memberikan pengarahan operasi dengan narasi teologis ekstrem. Mereka disebutkan mendorong pasukan untuk percaya bahwa konflik tertentu adalah "disahkan oleh Alkitab" dan bahkan mengaitkan kepemimpinan politik dengan misi ilahi, sebuah narasi yang berpotensi merusak netralitas dan disiplin militer.
Pelanggaran Prinsip Pemisahan Gereja dan Negara
Amandemen Pertama Konstitusi AS menegaskan pemisahan gereja dan negara. Sumpah personel militer adalah untuk membela Konstitusi, bukan doktrin agama tertentu. Praktik briefing bernuansa eskatalogi Kristen fundamentalis ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak dasar personel non-Kristen dan bentuk pemaksaan keyakinan dalam institusi negara.
Artikel Terkait
Surat THR Palsu Beredar, Polres Tanjung Priok Buru Oknum Pengatasnamaan!
Pengedar Sabu Ditangkap Saat Open BO di Kos, Pasokannya dari Lapas Kendari?
Bayi Ditinggal di Pejaten, Surat dari Kakak 12 Tahun Ungkap Alasan yang Bikin Nangis
KPK Beberkan Kerugian Rp24 Miliar Kasus Bupati Pekalongan: Dana untuk 400 Rumah Rakyat Raib!