Harga Minyak Tembus US$119 per Barel, Pertamax Bisa Mendekati Rp20.700 per Liter
Lonjakan harga minyak dunia ke level US$119 per barel memicu kekhawatiran akan kenaikan harga BBM di Indonesia, termasuk Pertamax yang dijual oleh Pertamina. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Analisis Perhitungan: Berapa Potensi Harga Pertamax?
Dengan asumsi kurs Rupiah di sekitar Rp16.950 per dolar AS, harga minyak mentah Brent US$119,50 per barel setara dengan Rp2.025.525 per barel. Karena satu barel setara dengan 159 liter, maka biaya minyak mentah mentahnya sekitar Rp12.739 per liter sebelum biaya pengolahan, pajak, dan distribusi.
Sebagai perbandingan, pada September 2022 saat Pertamax mencapai harga tertinggi Rp14.500 per liter, harga minyak dunia hanya sekitar US$95/barel dengan kurs Rp14.900. Artinya, biaya minyak mentah dalam Rupiah saat ini sekitar 43% lebih tinggi.
Jika kenaikan 43% itu diterapkan pada harga dasar Rp14.500, maka secara teoritis harga Pertamax berpotensi mencapai sekitar Rp20.700 per liter. Bahkan, dengan memasukkan faktor inflasi kumulatif sejak 2022, perhitungan matematis bisa menunjukkan angka Rp23.000 hingga Rp23.800 per liter.
Penyebab Utama Lonjakan Harga Minyak Dunia
Lonjakan harga minyak dipicu oleh dua faktor utama:
Artikel Terkait
Prabowo Beri Sinyal Bahaya: Ini Dampak Perang AS-Iran yang Harus Diwaspadai Indonesia
Viral Video Whip Pink 1 Juta View: Siapa Noya Naira Sebenarnya?
Prabowo Bocorkan Strategi: BBM dari Singkong & Tebu untuk Hentikan Ketergantungan Impor Minyak!
Surat Telegram Siaga I TNI Didesak Dicabut, Benarkah Langgar Konstitusi?