DPR Soroti Status Siaga I TNI: Dasar Konflik Timur Tengah, Tapi Pasukan Dikerahkan untuk Patroli?
Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, menyoroti ketidaksesuaian antara dasar penerbitan Surat Telegram (STR) status Siaga I TNI dengan realitas penempatan pasukan di lapangan. STR yang dikeluarkan menyebutkan status siaga terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.
“Di atas itu kan bahwa dalam rangka menyikapi adanya perkembangan situasi keamanan karena adanya perang antara Iran versus Amerika/Israel di Timur Tengah, maka situasi dinyatakan Siaga Satu,” tutur Hasanuddin, Senin (9/3/2026).
Relevansi Penempatan Pasukan Dipertanyakan
Hasanuddin, yang juga mantan perwira militer, mempertanyakan relevansi penempatan pasukan. Ia menilai konflik Timur Tengah saat ini didominasi teknologi seperti peluru kendali, drone, dan pesawat udara.
“Tapi deployed-nya (yang dikerahkan), penggunaan pasukannya... kalau kita lihat berdasarkan kenyataan, perang itu kan menggunakan peluru kendali, drone, pesawat udara,” ujarnya.
“Tapi kalau yang ditempatkan misalnya pasukan satuan-satuan biasa untuk patroli di gang-gang di darat kan irrelevant kan?” kata Hasanuddin menambahkan.
Artikel Terkait
Skandal MBG: Hanya 6,5% untuk Anak, 44% Dikorup Elit & Pengelola?
STNK 2026 Bisa Diperpanjang Tanpa KTP Pemilik Lama, Tapi Ada Bom Waktu di 2027!
Blanket Overflight AS: Ancaman Tersembunyi bagi Kedaulatan Udara Indonesia?
Kamera Lumix hingga Mac Mini: Ini 6 Barang Mewah yang Disita KPK dari Faizal Assegaf, Diduga Pemberian Eks Pejabat Bea Cukai