Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing

- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing

Contoh Program dan Penerima Dana

Dokumen tersebut juga merinci beberapa program konkret yang didanai, antara lain:

  • Program NAHDHAH (Rp1,6 miliar) kepada sebuah yayasan Islam. Program ini bertujuan mencetak pemimpin progresif dari pesantren melalui roadshow, workshop, dan konten digital untuk narasi Islam yang pro-demokrasi dan HAM.
  • Sekolah Ekologi Politik (Rp217,4 juta) untuk melatih penggerak masyarakat dalam gerakan sosial berkelanjutan.
  • Program Bridging Political Language Divides (Rp1,2 miliar) ke pusat penelitian di Universitas Indonesia, untuk menghubungkan perjuangan kelas pekerja dengan gerakan demokrasi di Asia Tenggara.

Kontroversi dan Tudingan Intervensi Asing

Kehadiran dan pendanaan OSF di Indonesia kerap memicu kontroversi. Sejumlah analis, seperti Hendropriyono, menyebut jaringan Soros telah menyalurkan dana ke berbagai LSM, termasuk Kurawal dan sebelumnya TIFA Foundation, untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Total dana yang disalurkan OSF secara global sejak 1990-an disebut mencapai US$8 miliar.

Media asing seperti Sputnik dari Rusia pernah menuduh Soros mendanai demonstrasi di Indonesia. Isu ini mencuat di tengah dinamika geopolitik global yang mempertentangkan blok BRICS dengan Barat.

Konteks dan Respons Pemerintah Indonesia

Di sisi lain, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto justru menggenjot anggaran riset nasional menjadi Rp12 triliun pada 2026, dengan prioritas pada swasembada pangan dan energi. Kebijakan ini dipandang sebagai fokus pembangunan yang berbeda dengan agenda "demokrasi" yang didanai pihak asing.

Bocornya dokumen ini memicu pertanyaan publik: apakah ini bentuk intervensi asing gaya baru atau sekadar solidaritas global dalam mendukung masyarakat sipil? Kewaspadaan publik terhadap dinamika dan pengaruh geopolitik di Indonesia pun semakin meningkat.

Halaman:

Komentar