Eropa Tolak Bantu AS Perang Iran: Ini 3 Alasan Pahit yang Bikin Trump Marah Besar

- Kamis, 02 April 2026 | 10:50 WIB
Eropa Tolak Bantu AS Perang Iran: Ini 3 Alasan Pahit yang Bikin Trump Marah Besar

Permintaan Bantuan Perang yang Dianggap Ilegal dan Tidak Sah

Saat ini, Trump meminta negara-negara Eropa untuk membantu perang yang tidak memiliki mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak disetujui oleh NATO, dan bahkan tidak memenuhi kategori membela diri. Menteri Pertahanan Spanyol dengan tegas menyebut perang ini "sangat ilegal dan sangat tidak adil". Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyatakan bahwa perang ini "melampaui batas hukum internasional".

Analis dari Royal United Services Institute (RUSI) di Inggris menyimpulkan bahwa orang Eropa menganggap perang ini tidak memiliki landasan hukum yang kuat. Namun, makna tersiratnya lebih dalam: Eropa telah menyadari bahwa dalam dunia ala Trump, definisi "sekutu" bisa berubah menjadi "alat sementara yang sewaktu-waktu dapat dikhianati, dimanfaatkan, dan dibuang". Kekhawatiran ini nyata: jika hari ini AS meminta akses pangkalan di Sisilia, apakah besok mereka akan menuntut Sardinia? Jika hari ini AS meminta pemindahan rudal Patriot di Polandia, apakah besok mereka akan meminta pembongkaran seluruh sistem pertahanan di perbatasan timur?

Kredibilitas yang Bangkrut dan Ingatan Kolektif Eropa

Sejarah kebijakan Trump terhadap Eropa telah menciptakan ketidakpercayaan yang mendalam. Trump pernah menyebut NATO "usang", mengancam menarik pasukan dari Jerman, mencoba membeli Greenland, mengenakan tarif tambahan pada mobil Eropa, dan mengabaikan kepentingan Eropa dalam konflik Ukraina. Sekarang, dia meminta Eropa untuk membantu perang yang tidak mereka setujui.

Jawaban penolakan Eropa—"nie, non, rifiuto"—jika diterjemahkan, mengandung pesan: "Masih ingat Greenland? Kami ingat." Dalam kamus transaksional Trump, "mengingat" bukanlah sebuah pilihan, tetapi bagi Eropa, ingatan kolektif atas sikap AS sangatlah penting. Ketika kredibilitas sebuah negara adidaya telah bangkrut, bahkan hingga tidak dapat menjaga janji paling dasar seperti menghormati kedaulatan sekutu, maka tidak ada lagi yang mau bertransaksi. Ketika pengganggu mulai pura-pura lupa, seluruh dunia akan membantunya mengingat.

Halaman:

Komentar