Apa Itu Covid Cicada? Virus Varian Baru yang Telah Menyebar ke Lebih 23 Negara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa varian Covid-19 terbaru bernama Cicada (BA.3.2) telah terdeteksi di lebih dari 23 negara. Varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini kini telah menyebar ke Amerika Serikat dan kawasan Eropa, menimbulkan kewaspadaan global.
Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Lingkungan, Dicky Budiman, memperingatkan bahwa varian Cicada berpotensi masuk dan menyebar di Indonesia. Hal ini didorong oleh mobilitas internasional yang tinggi dan kapasitas surveillance genomik yang masih terbatas.
Mengenal Covid Cicada (BA.3.2): Varian Turunan Omicron
Covid Cicada adalah varian virus SARS-CoV-2 turunan dari Omicron dengan kode ilmiah BA.3.2. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian ini pertama kali terdeteksi pada November 2024 di Afrika Selatan.
Setelah mengalami fase cryptic circulation yang tidak terdeteksi, kasus Covid Cicada melonjak signifikan pada akhir 2025 hingga awal 2026. Varian ini memiliki ciri khas jumlah mutasi yang sangat tinggi, yaitu sekitar 70-75 mutasi pada spike protein, jauh lebih banyak dibandingkan varian JN.1 atau LP.8.1. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti bahwa Covid Cicada menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Artikel Terkait
Gempa M7,6 Guncang Bitung: Tsunami Hantam 9 Wilayah, Ini Data Lengkap & Dampak Mengerikannya
Eropa Tolak Bantu AS Perang Iran: Ini 3 Alasan Pahit yang Bikin Trump Marah Besar
Gempa 7.6 M Guncang Bitung, Tsunami 0.3 Meter Terjang Maluku Utara: Ini Videonya!
Gempa M 7.6 Guncang Bitung, BMKG: 10 Wilayah Ini Waspada Tsunami!