Merespons hal tersebut, Pengamat Ekonomi dari Center of Economy and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menyebut sikap dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut hanya sebuah gimik belaka, yang tak menjawab keresahan masyarakat akibat tingginya harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng saat ini.
Bima mengatakan, seharusnya Zulhas mengambil sebuah kebijakan konkrit, guna menjawab kritikan sejumlah pihak kepadanya, karena kapasitasnya yang diragukan usai ditunjuk menjabat menteri di kabinet Presiden Jokowi.
"Jadi kurangi gimik ya, karena ini juga pembuktian bahwa menteri perdagangan adalah pilihan yang tepat diberikan kepada Ketua Umum partai politik itu, dan untuk menjawab kritik," kata Bhima dilansir dari Suara.com, Rabu (22/6/2022).
Jika pencitraan terus dilakukan Zulhas, kata Bhima, tak ada bedanya dengan menteri sebelumnya, Muhammad Lutfi yang dicopot Jokowi. Pada akhirnya kembali mengecewakan masyarakat.
"Tapi kalau justru ditunjukkan dengan gimik dan pencitraan tidak berbeda jauh dengan menteri sebelumnya, ya maka ini akan menimbulkan kekecewaan masyarakat," ungkapnya.
Seperti diketahui, sehari usai dilantik sebagai Menteri Perdagangan, Zulhas meninjau Pasar Tradisional Cibubur, Jakarta Timur. Awalnya, Zulkifli berdiskusi terkait harga telur dengan seorang pedagang bernama Alai. Didapati harganya masih tinggi sekitar Rp29.000/kg.
Kemudian, Politisi PAN ini juga menanyakan kepada Alai berapa harga minyak kemasan hingga minyak curah.
"Minyak berapa harganya?" tanya Zulkifli.
"Ini Rp16.500, tapi cuma 750 ml, jadi ini kemasan pabrik," jawab Alai.
Setelah itu, Mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, kembali bertanya apa saja yang dijual Alai.
Artikel Terkait
Prabowo Beri Sinyal Bahaya: Ini Dampak Perang AS-Iran yang Harus Diwaspadai Indonesia
Pertamax Rp20.700/Liter? Ini Penyebab dan Perhitungan Lengkap Kenaikan BBM Akibat Minyak US$119
Viral Video Whip Pink 1 Juta View: Siapa Noya Naira Sebenarnya?
Prabowo Bocorkan Strategi: BBM dari Singkong & Tebu untuk Hentikan Ketergantungan Impor Minyak!