Kendati demikian, yang menjadi tantangan dalam menghadapi generasi muda, Hasto mengungkapkan, adalah terdapat beberapa rintangan yang dinilai cukup berat. Dalam hal ini, Hasto mengatakan bahwa generasi muda Indonesia, sebanyak 24,4 persen mengalami stunting. Selain itu, terdapat pula generasi muda yang mengalami mental emosional disorder sebanyak 9,8 persen.
Hasto juga memaparkan bahwa terdapat sekitar 5 persen pemuda Indonesia aktif kecanduan narkotika. Lalu, kata Hasto, 3 persen generasi muda mengidap disabilitas dan satu persen lainnya mengalami autisme.
"Generasi kita yang kurang optimal itu sudah hampir 40% tersendiri. Inilah makanya yang terbesarnya adalah stunting sehingga ketika bisa menurunkan stunting, kita sudah mengurangi faktor-faktor pemberat untuk kualitas SDM," kata Hasto, Rabu (6/7/2022).
Selain itu, Hasto juga mengatakan bahwa Indonesia diprediksi mengalami ejected population pada tahun 2035. Berdasarkan data yang dia ungkapkan, pada tahun 2035, 80 persen generasi Indonesia tidak lulus sekolah tingkat pertama (SMP).
"Sehingga tidak produktif. Karena itu, ketika generasi mudanya tidak produktif, window opportunity bonus demografi akan menutup di tahun 2035 dan kita kemudian belum sempat sejahtera," katanya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras