“Museum ini sangat menginpirasi. Tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia dimakamkan di tempat ini, tidak hanya politisi, tapi juga wartawan, budayawan, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Museumnya dibangun dengan sangat baik,” ujar Greg Poulgrain.
Sebelum memasuki Museum TMTB, Greg Poulgrain dan Teguh Santosa lebih dahulu mengunjungi makam pendiri Universitas Bung Karno (UBK) Rachmawati Soekarnoputri yang berada tidak jauh dari museum. Rachmawati meninggal dunia pada 3 Juli 2021 dan dimakamkan di sebelah makam ibunya, Fatmawati Soekarno, yang meninggal dunia tahun 1980.
Teguh yang pernah menjadi Wakil Rektor UBK mengatakan, Greg Poulgrain pernah mengusulkan kepada Rachmawati pembuatan film semi dokumenter yang diangkat dari salah satu buku yang ditulis Poulgrain, “Incubus Intervention” yang antara lain mengisahkan persahabatan Bung Karno dan Presiden AS John F. Kennedy. Juga konflik antara Kennedy dan Direktur CIA pada masa itu, Allen Dulles, mengenai kebijakan Paman Sam di Indonesia.
Pembicaraan mengenai pembuatan film sempat dilakukan beberapa kali. Namun sebelum membuahkan hasil, pandemi Covid-19 melanda dan Rachmawati meninggal dunia. Pembicaraan mengenai pembuatan film itu pun tertunda untuk waktu yang cukup lama.
Adapun Greg Poulgrain secara khusus menuliskan kisah perseteruan antara Kennedy dan Dulles dalam buku “JFK vs Allen Dulles: Battleground Indonesia” yang dirilis November 2020 lalu
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya