Namun, mereka menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara independen dari cabang McDonald's di Israel atau dari McDonald’s Corporation global.
Seruan boikot dari MUI mencerminkan semakin kompleksnya hubungan antara perusahaan multinasional dan politik lokal. McDonald's, sebagai contoh, harus menavigasi antara berbagai kepentingan dan pandangan publik yang berbeda di tiap negaranya beroperasi.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari McDonald's Indonesia, seruan boikot dari MUI berpotensi mempengaruhi reputasi dan penjualan perusahaan di Indonesia, sebuah negara dengan populasi Muslim mayoritas dan yang umumnya simpatik terhadap perjuangan Palestina.
Indonesia, adalah salah satu Negara yang selalu mendukung dalam aksi memboikot produk-produk Israel ataupun yang berafiliasi dengan Israel. Misalnya saja seruan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 2016 silam, yang mengajak masyarakat Internasional untuk memboikot produk-produk Israel dalam sebuah pernyataan bersama Presiden abbas dan sekjen OKI di JCC.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra