"Kalau kita semua berpedoman bahwa urusan reshuffle itu merupakan urusan presiden, hak prerogatif presiden, mengapa kita meributkan?" kata Hasto di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/5). Baca Juga: Jokowi Sendiri Sebut Syafii Maarif Bapak Bangsa, Jubirnya HRS: Saya Kurang Paham Soal Perjuangannya
Hasto menuturkan, konstitusi presiden dapat melakukan suatu evaluasi untuk meningkatkan efektifitas pemerintahan. Presiden diberi tugas untuk melakukan evaluasi dan menentukan siapa yang akan menjadi pembantunya.
"Jadi kita tidak perlu meributkan hal itu, mari kita bangun energi positif bagi bangsa dan negara daripada membahas hal-hal yang belum tentu pasti dan menjadi ruang lingkup presiden," ujarnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?
Masa Lalu Kelam Denada Tambunan Terungkap: Gonta-Ganti Pacar, Gaya Hidup Malam, dan Misteri Anak Ketiga
Video Gilcans Ambon Viral 54 Detik: Fakta Mencengangkan di Balik Sprei Hijau yang Hebohkan Medsos