"Utamanya, beliau menekankan pentingnya persatuan dan kebangsaan, yang kemudian diwujudkan dengan pendirian Nahdlatul Wathan dan Syubbanul Wathan, sebagai cikal bakal Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor," ungkapnya.
Tidak hanya itu, menurut Wapres, Kiai Wahab merupakan tokoh yang begitu cinta tanah air. Bahkan, ia menciptakan lagu mars NU “Yaa Lal Wathon” yang isinya menekankan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman.
“Bahkan dalam syairnya terdapat kalimat ‘siapa datang mengancammu, kan binasa di bawah durimu’, yang artinya Kiai Wahab sudah menyandangkan siapapun yang akan merusak NKRI maka akan berhadapan dengan umat Islam Ahlussunah wal jamaah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, K.H. Abdul Wahab Hasbullah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2014 oleh Presiden Joko Widodo. Kiai Wahab atau Mbah Wahab biasa ia disapa, adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang. Kiai Wahab juga merupakan salah satu pelopor dalam membuka diskusi antarulama, baik dari lingkungan NU, Muhammadiyah, hingga organisasi Islam lainnya. Ia pun aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia khususnya di masa penjajahan Jepang. Kini, nama K.H. Wahab Hasbullah diabadikan sebagai nama universitas NU di Jombang.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Video Batang Timur 16 Detik Terungkap: Modus Love Scam yang Rusak Reputasi & Cara Hindarinya!
Aurelie Moeremans Bongkar Modus Grooming di Usia 15 Tahun: Sosok Artis Senior Ini Diduga Pelaku
Rp51 Triliun untuk Bencana Sumatera: Anggaran Realistis atau Ladang Korupsi Baru?
Gimah, Warga Lumajang yang Viral: Pak, Tolong Semeru Dipindah Saja! – Ini Kisah Lelahnya