POLHUKAM.ID - Nama Ade Armando kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini bukan karena pernyataan kontroversialnya di media sosial, melainkan karena kabar bahwa ia resmi diangkat menjadi Komisaris PT PLN Nusantara Power, salah satu anak usaha penting milik negara di sektor energi.
Penunjukan ini terungkap dari dokumen berisi susunan terbaru dewan komisaris dan direksi PLN Nusantara Power yang beredar pada Selasa, 1 Juli 2025.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa perubahan struktur dilakukan berdasarkan keputusan pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (sirkuler).
Ade Armando dikenal publik luas sebagai akademisi, aktivis media sosial, dan tokoh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia dan kerap tampil di ruang publik dengan opini-opini tajam tentang politik, agama, hingga demokrasi.
Setelah bergabung ke PSI dan aktif mendukung pemerintahan Jokowi, kariernya pun menanjak ke ranah yang lebih politis.
Penunjukannya sebagai komisaris PLN Nusantara Power menambah daftar tokoh publik yang masuk ke BUMN setelah mendukung kekuasaan secara terbuka.
Susunan Lengkap Komisaris PLN Nusantara Power
Berikut susunan dewan komisaris terbaru PLN Nusantara Power:
- Komisaris: Ade Armando
- Komisaris: Suharyono
- Komisaris: M. Pradana Indra Putra
- Komisaris: Adam Muhammad
- Komisaris: Muhammad Syafi’i
Sementara untuk jajaran direksi:
- Direktur Utama: Ruly Firmansyah
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Didesak Tegas Lawan AS: Analis Beberkan 3 Alasan yang Bikin Publik Meragukan Sikapnya
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi