Apalagi, Bareskrim hanya menampilkan fotokopi saat menyatakan jika ijazah S1 milik Jokowi asli.
"Karena pada waktu konpres yang baru lalu hanya ditampilkan fotokopinya saja. Kami berharap karena ini gelar perkara khusus, seharusnya ini adalah momen, di mana ijazah yang oleh TPUA itu bukan hanya dipersoalkan S1-nya saja lho, tapi ijazah SD, SMP, SMA. Kita berharap tadinya, saatnya Bareskrim menampilkan ijazah-ijazah tersebut, tapi kan ternyata tidak sama sekali gitu," bebernya.
👇👇
BACOT RAKYAT
LAPORAN GELAR PERKARA KHUSUS IJAZAH ASPAL @jokowi @DokterTifa pic.twitter.com/kXkdsf0V3s
IJAZAH PALSU
Di pertahankan dengan 1001 alasan.
MEMALUKAN ‼️ pic.twitter.com/JqpRl1cXm5
Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri sempat melaksanakan gelar perkara khusus kasus dugaan ijazah palsu Jokowi pada Rabu (9/7/2025) kemarin.
Namun, gelar perkara khusus itu memanas hingga pengacara senior Eggi Sudjana memilih keluar alias walk out.
Eggi Sudjana diketahui merupakan bagian dari TPUA yang melaporkan dugaan ihazah palsu Jokowi ke Bareskrim Polri.
Alasannya Eggi Sudjana walk out lantaran kecewa karena ijazah asli Jokowi tidak ditampilkan dalam gelar perkara khusus itu.
"Gelar perkara khusus dilakukan mulai pukul 10.15 sampai siang ini pukul 14.10. Persoalan hukumnya adalah tidak pernah ditunjukkan ijazah Jokowi. Jika gelar perkara ini tidak menunjukkkan ijazah Jokowi, maka gelar perkara ini nothing," kata Eggi Sudjana dengan nada tinggi sesaat setelah keluar dari ruang gelar perkara.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?