Melihat situasi ini, Hensa pun menyarankan agar Jokowi mempertimbangkan untuk mengambil langkah seperti yang dilakukan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): menarik diri dari panggung politik praktis dan kembali menjadi bapak bangsa.
“Sebaiknya memang Jokowi, sebelum arah angin ini berubah total, mengambil jalur sebagai tokoh bangsa lagi.
Kembali saja, contoh Pak SBY dan tidak perlu kembali lagi masuk ke dunia politik karena eranya sudah selesai,” katanya.
Hensa menambahkan, sudah saatnya Jokowi membiarkan anak dan menantunya bertanggung jawab atas posisi politik mereka masing-masing.
“Soal Bobby, ya biarkan saja dia mempertanggungjawabkan jabatan dia, termasuk juga Gibran mempertanggungjawabkan jabatan dia, tidak perlu lagi Jokowi turun tangan,” imbuhnya.
Sebelumnya, dari kediamannya di Solo, Jokowi secara terbuka menyatakan firasatnya soal adanya kekuatan besar yang sengaja mengorkestrasi rentetan serangan hukum serta politik terhadap dirinya dan keluarga.
"Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu ijazah palsu, pemakzulan,” kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Senin (14/7/2025).
Menurutnya, tujuan dari semua ini adalah untuk merusak reputasinya secara sistematis.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?