Bukannya tanpa alasan, Refly mengungkapkan bahwa celah 3 periode sebagaimana disuarakan oleh ProJo tadi bisa menimbulkan dampak negatif.
Dampak tersebut menurut Refly adalah lahirnya seorang pemimpin yang otoriter yang bisa mengendalikan kemauan rakyat.
Baca Juga: Rocky Gerung Blak-blakan Kenapa Jokowi Selalu Kasih Kerjaan ke Luhut: “Kimia Politik” Itu dengan Sendirinya…
“Lalu dengan teknik misalnya refrendurm, amandemen, dsb, dia bisa menyetir pendapat rakyat. Mengapa? Karena proses refrendumnya penuh dengan tekanan seperti pemilu jaman orde baru. Jadi tidak bisa kita demokrasi kita diganggu dengan hal seperti ini,” jelas Refly.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?