POLHUKAM.ID -Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa meragukan peserta reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, merupakan lulusan asli kampus yang berlokasi di Bulaksumur, Kota Yogyakarta.
Dokter Tifa mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Intelijen Netizen, dari puluhan peserta reuni yang berlangsung di aula gedung Integrated Forest Farming Learning Center, pada Sabtu 26 Juli 2025, bukan seluruhnya alumni Fakultas Kehutanan UGM.
"Selain W, Calo Terminal bis Tirtonadi Solo BS - Alumni ITB, teridentifikasi 11 lagi Termul berperan sebagai Peserta Reuni. Ada Y, L, B, S, H, SP, A, SW, R, J, AF," kata Dokter Tifa dikutip dari akun X pribadinya, Senin 28 Juli 2025.
Menurut Dokter Tifa, mereka berasal dari beragam profesi, seperti teknisi, sopir truk, pertanian, sekuriti, karyawan koperasi, caleg gagal, korlap, dan lain-lain.
"Penyelidikan BIN masih berlangsung, jadi penyebutan nama masih inisial. Mungkin nanti akan ketahuan bahwa dari 60-an orang yang hadir," kata Dokter Tifa.
Dokter Tifa mengatakan, hanya sekitar 6-8 orang yang alumni asli Kehutanan UGM yang menghadiri reuni angkatan 80.
"Jika diperhatikan, mereka duduk di sudut, tertib, rapi, dan tampak bingung melihat gerombolan orang-orang dengan seragam sama, kaos biru tetapi sama sekali tidak mereka kenal," kata Dokter Tifa.
"Suatu saat mereka, para alumni Asli ini akan mengikuti kata hati nuraninya, mereka akan bersaksi," sambungnya.
Diketahui, Jokowi menghadiri acara reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM untuk meredam isu soal tudingan ijazah palsu miliknya.
Ditemani sang istri, Iriana, Jokowi hadir dalam acara reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980.
Dalam acara, Jokowi menyatakan dirinya memaksa menghadiri reuni, meski masih sakit. Di hadapan rekan-rekannya, sambil berkelakar, Jokowi menyebut kehadirannya dilakukan karena khawatir jika tak hadir dalam acara ini, maka isu ijazah palsu dirinya semakin liar
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?