Tito pernah menjabat sebagai Kapolri dan Menteri Dalam Negeri saat pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.
"Pak Tito Karnavian yang kini menjalani periode kedua sebagai Menteri Dalam Negeri, jelas punya pengalaman mendalam di bidang politik dalam negeri, birokrasi, dan keamanan," kata Khairul.
Lebih lanjut, Khairul berharap presiden dapat memilih sosok yang kompeten dan dibutuhkan untuk menjadi Menko Polkam.
Ia juga menekankan bagaimana Menko Polkam terpilih memiliki komunikasi publik yang baik agar dapat menciptakan suasana kondusif di masyarakat.
"Siapa pun yang dipilih nanti, kriterianya jelas, yakni harus kredibel, komunikatif, dan punya kedekatan politik yang memberi otoritas penuh dalam menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi publik di bidang politik dan keamanan," katanya.
Pengamat Komunikasi Politik Univesitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga memprediksi Kepala Staf Angkatan Darat Dudung Abdurahman berpeluang mengisi pos Menkopolkam atau Menteri Pertahanan.
"Saat ini posisi Menko Polkam sudah diisi Sjafrie Sjamsoeddin sebagai ad interim, yang lebih senior dan saat ini juga menjabat menteri pertahanan. Karena itu, ada kemungkinan Syafrie Syamsuddin akan di plot jadi Menko Polkam dan Dudung mengisi posisi menteri pertahanan," kata Jamiluddin, melalui keterangannya, Kamis (11/9).
Jamiluddin menilai masalah senioritas kerap menjadi pertimbangan untuk posisi Menkopolkam, karena salah satunya mengkoordinasikan TNI.
Sumber: MediaIndonesia
Artikel Terkait
Gagal Total! Gema Nasional Ultimatum Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Setelah Tragedi Beruntun
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla