"Ini yang harus masuk dalam diskursus, bagaimana setiap partai politik punya agenda, menyiapkan visi-misi bagi seluruh partainya di dalam Pemilu 2024," ujar Hasto dalam pidato pembukaan rapat koordinasi kepala daerah di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (16/6).
"Ini yang harusnya dikontestasikan, apa beda PDI Perjuangan dengan PKS, apa beda PDI Perjuangan dengan Demokrat. Itu yang seharusnya dilihat menjadi bagian dari wacana publik yang mencerdaskan kehidupan bangsa," sambungnya.
PDIP, jelas Hasto, memiliki rekam jejak panjang dalam perpolitikan nasional. Berbagai macam godaan kekuasaan juga berhasil ditolak pihaknya dan menjadi ideologi yang justru memenangkan PDIP dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 dan 2019.
"Karena keyakinan politik kita pada zaman Pak SBY, kita lebih memilih di luar pemerintahan dan ternyata kita tetap eksis dan bahkan menang pemilu pada tahun 2014 dan tahun 2019. Dan kita akan menang lagi saudara-saudara sekalian dengan dukungan rakyat," ujar Hasto.
Kata dia, Indonesia harus siap dengan ancaman krisis pangan yang terjadi pasca pandemi Covid-19, konflik Rusia-Ukraina, dan kondisi geopolitik dunia. PDIP dan para kepala daerah haruslah memprioritaskan masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman krisis pangan yang berpotensi terjadi.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?