Kritik terhadap Keterikatan dengan Masa Lalu dan Projo
Wildan yang juga dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia memberikan kritik lebih lanjut. Menurutnya, Budi Arie tidak cukup hanya dengan mengganti logo organisasi relawan Projo. Dia seharusnya melakukan transformasi yang lebih mendasar.
"Nama besar Jokowi sudah tidak relevan dilekatkan pada organisasi relawan. Jokowi tidak sedang ikut kontestasi politik. Budi Arie seharusnya berpikir maju, misalnya dengan mendukung Kaesang Pangarep yang kini menjabat Ketua Umum PSI," pungkas Wildan.
Kesimpulan: Pelajaran bagi Politikus yang Ingin Pindah Partai
Kasus penolakan terhadap Budi Arie Setiadi ini memberikan pelajaran penting dalam peta politik Indonesia. Penerimaan seorang politikus di partai baru sangat ditentukan oleh nilai tawar, rekam jejak, dan relevansi politiknya dengan kondisi kekinian, bukan sekadar pada jabatan atau afiliasi masa lalu.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya
Roy Suryo Bersumpah Demi Allah: Ini Bukti Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi Hilang Saat Diperiksa di UGM
Presiden Prabowo Turun Tangan! Audit 4 RS Papua Usai Ibu Hamil Meninggal Ditolak