PKS di Pilkada DPRD: Pilih Kekuasaan atau Konsistensi Politik?
Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenai usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD masih menjadi perhatian publik. Keputusan partai ini dinilai akan menentukan arah politiknya ke depan.
Kalkulasi Politik PKS Menuju Pemilu 2029
Menurut Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, PKS sedang berada dalam fase kalkulasi politik yang kritis. Partai ini dihadapkan pada dua pilihan strategis: mengejar keuntungan jangka pendek dalam lingkaran kekuasaan saat ini atau menjaga konsistensi sikap untuk membangun modal politik jangka panjang.
"PKS sedang menghitung arah, memilih kenyamanan menabung uang dalam kekuasaan hari ini atau konsistensi sikap untuk menabung suara menuju Pemilu 2029," ujar Alip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Januari 2026.
Posisi Rasional PKS: Oposisi atau Dukungan?
Secara matematis politik, posisi PKS tidak akan menentukan jika bergabung dengan barisan pendukung Pilkada DPRD. Koalisi pendukung kebijakan ini sudah mengantongi suara mayoritas di parlemen.
Oleh karena itu, Alip menilai secara politik lebih rasional bagi PKS untuk mengambil posisi berseberangan. "Bergabung dengan koalisi Pilkada DPRD tidak menambah nilai politik apapun bagi PKS," jelasnya.
Artikel Terkait
6 Versi Ijazah Jokowi Terungkap: Benarkah Ada yang Asli dari Polda Metro Jaya?
Ahok Bongkar Alasan Elite Ingin Pilkada DPRD: Sistem Ini Dibuat untuk Curang!
Prabowo Tuding Elit Politik Dibayar Hanya Bisa Nyinyir, Ini Bukti Swasembada Pangan 2025
Rahasia di Balik Retret Hambalang: Prabowo Uji Loyalitas Menteri Jelang 2026?