"Pada dasarnya, dia memaksakan diri tampil di panggung PSI bukan untuk mendukung partai, tetapi menggunakan panggung itu untuk tampil sebagai ‘si sakit yang terus disakiti’," tegasnya.
Sorotan atas Pidato dan Ekspresi Jokowi
Dokter Tifa juga menyoroti pidato Jokowi yang diulang-ulang dengan suara parau, khususnya kalimat "Saya masih sanggup". Ia menafsirkan pengulangan ini sebagai ekspresi psikologis yang tidak sepenuhnya disadari, namun justru memunculkan respons sinis dari sebagian publik.
Kesehatan sebagai Komoditas Politik?
Lebih lanjut, Dokter Tifa menyebut kondisi sakit Jokowi telah menjadi bagian dari komoditas politik. Kritiknya ditutup dengan pernyataan reflektif, "Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati."
Kehadiran Jokowi dalam rakernas partai politik terus menjadi bahan perbincangan dan analisis dari berbagai kalangan, termasuk para pengamat media dan politik.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?