Ia melanjutkan, "Tadinya aset-aset ini terpecah-pecah dalam sekitar 1.000 hingga 1.040 perusahaan. Bayangkan, siapa yang bisa mengelola 1.000 perusahaan dengan efektif? Ini adalah bentuk ketidakberesan yang harus kita perbaiki."
Ultimatum Tegas untuk Para Koruptor
Prabowo kemudian beralih memberikan peringatan langsung kepada pihak-pihak yang diduga mencuri kekayaan negara. Ia mengingatkan bahwa masa penegakan hukum akan segera datang.
"Jangan merasa nyaman. Bersiaplah untuk dipanggil oleh Kejaksaan. Mereka mungkin mengejek, 'Prabowo hanya bisa bicara di podium saja'. Oh ya? Tunggu saja panggilannya. Jangan coba-coba menantang saya," kata Prabowo dengan tegas.
Presiden menutup pernyataannya dengan penekanan pada prinsip pertanggungjawaban tertinggi, "Saya hanya takut kepada rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Esa. Hanya itu. Dan kita semua seharusnya memiliki ketakutan yang sama," tandasnya.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan melakukan reformasi pengelolaan aset negara secara lebih transparan dan terintegrasi.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan