Ia melanjutkan, "Tadinya aset-aset ini terpecah-pecah dalam sekitar 1.000 hingga 1.040 perusahaan. Bayangkan, siapa yang bisa mengelola 1.000 perusahaan dengan efektif? Ini adalah bentuk ketidakberesan yang harus kita perbaiki."
Ultimatum Tegas untuk Para Koruptor
Prabowo kemudian beralih memberikan peringatan langsung kepada pihak-pihak yang diduga mencuri kekayaan negara. Ia mengingatkan bahwa masa penegakan hukum akan segera datang.
"Jangan merasa nyaman. Bersiaplah untuk dipanggil oleh Kejaksaan. Mereka mungkin mengejek, 'Prabowo hanya bisa bicara di podium saja'. Oh ya? Tunggu saja panggilannya. Jangan coba-coba menantang saya," kata Prabowo dengan tegas.
Presiden menutup pernyataannya dengan penekanan pada prinsip pertanggungjawaban tertinggi, "Saya hanya takut kepada rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Esa. Hanya itu. Dan kita semua seharusnya memiliki ketakutan yang sama," tandasnya.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan melakukan reformasi pengelolaan aset negara secara lebih transparan dan terintegrasi.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?