Prabowo Didesak Copot Dahnil Anzar, Ucapan Cangkem ke Sesepuh Muhammadiyah Bikin Heboh

- Selasa, 03 Februari 2026 | 00:50 WIB
Prabowo Didesak Copot Dahnil Anzar, Ucapan Cangkem ke Sesepuh Muhammadiyah Bikin Heboh

Aktivis Muhammadiyah Desak Prabowo Copot Dahnil Anzar, Ucapan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Pantas

Polemik pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, terus berlanjut. Seorang aktivis Muhammadiyah Jakarta, Farid Idris, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Dahnil dari jabatannya. Desakan ini muncul setelah Dahnil dinilai melontarkan ucapan kasar yang menyindir sesepuh Muhammadiyah, Anwar Abbas.

Insiden ini berawal dari beredarnya video dan kutipan pernyataan Dahnil yang menggunakan kata "cangkem" saat menanggapi kritik Anwar Abbas terkait sektor katering haji. Farid Idris menilai diksi tersebut sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik, terlebih ketika diarahkan kepada tokoh senior Muhammadiyah.

Kritik Anwar Abbas Dinilai Konstruktif

Menurut Farid, kritik yang disampaikan Anwar Abbas justru merupakan bentuk kepedulian moral dan institusional terhadap pelayanan haji. Anwar disebut mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan katering haji demi transparansi, profesionalitas, dan peningkatan kualitas layanan jemaah.

Namun, respons Dahnil dinilai telah melenceng dari etika komunikasi pejabat negara. Alih-alih menjawab secara argumentatif, Dahnil justru disebut melontarkan sindiran bernada menghina.

Desakan Pencopotan Dahnil Anzar

"Pemerintah harus tegas. Pejabat publik tidak boleh menggunakan bahasa pasar, apalagi bahasa kasar, untuk menjawab kritik. Dahnil telah merendahkan marwah organisasi dan merusak citra pemerintah. Presiden Prabowo perlu mempertimbangkan pencopotan Dahnil dari posisi Wakil Menteri Haji dan Umrah," tegas Farid pada Sabtu (29/11/2025).

Farid menambahkan bahwa warga dan kader Muhammadiyah memiliki sensitivitas tinggi terhadap penggunaan jabatan publik untuk kepentingan personal maupun politik. Ucapan Dahnil dinilai mencerminkan arogansi dan ketidakmatangan emosional.

Ketegangan Bukan yang Pertama Kali

Halaman:

Komentar