Ray menjelaskan, pasangan dengan latar belakang militer yang identik berpotensi menimbulkan resistensi, baik di kalangan elit politik maupun di masyarakat. Selain itu, dinamika subjektif di internal elite juga menjadi faktor.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat ini peluang, atau sebaliknya melihat ini semacam ancaman," tambahnya. Ia juga berpendapat bahwa jika Sjafrie tidak bersama Prabowo, maka situasinya akan seperti kompetisi di bursa pemilih yang relatif sama.
Dampak Positif Bagi Publik
Di sisi lain, Ray Rangkuti melihat sisi positif dari semakin banyaknya nama yang masuk dalam bursa calon presiden dan wakil presiden. Hal ini dianggap menguntungkan bagi publik karena memberikan lebih banyak alternatif pilihan politik.
"Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan pilihan politik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Citra Jokowi?
Eggi Sudjana Bergabung ke Korlabi! Ini Alasan di Balik Pembekuan TPUA oleh Habib Rizieq
Mengapa Tokoh Senior yang Dulu Mati-Matian Bela Jokowi Kini Berbalik Arah?
Misteri Ijazah Jokowi Terkuak: Fakta Mengejutkan dari Sidang PN Solo yang Bikin Heboh!