Ray menjelaskan, pasangan dengan latar belakang militer yang identik berpotensi menimbulkan resistensi, baik di kalangan elit politik maupun di masyarakat. Selain itu, dinamika subjektif di internal elite juga menjadi faktor.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat ini peluang, atau sebaliknya melihat ini semacam ancaman," tambahnya. Ia juga berpendapat bahwa jika Sjafrie tidak bersama Prabowo, maka situasinya akan seperti kompetisi di bursa pemilih yang relatif sama.
Dampak Positif Bagi Publik
Di sisi lain, Ray Rangkuti melihat sisi positif dari semakin banyaknya nama yang masuk dalam bursa calon presiden dan wakil presiden. Hal ini dianggap menguntungkan bagi publik karena memberikan lebih banyak alternatif pilihan politik.
"Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan pilihan politik," pungkasnya.
Artikel Terkait
JK Siap Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Ini Tudingan Rp 5 Miliar yang Bikin Heboh
Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Inilah Alasan Pengamat Bilang Isu Ini Sengaja Diperpanjang!
Juli-Agustus 2026 Kritis! Peringatan Jusuf Kalla Soal Potensi Chaos Nasional Akibat Defisit Rp1.000 Triliun
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan